Piye

98 Bangunan Belum Dibongkar, Ini Alasannya

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Tim penertiban bangunan melanggar aturan atau masuk dalam kategori sempadan pantai Pemkab Lombok Utara, melakukan rapat koordinasi yang bertempat di aula Bappeda KLU, Rabu (25/1). Dalam rapat itu diketahui terdapat 98 pengusaha yang memiliki bangunan siap melakukan pembongkaran sendiri.

‘’Iya itu menurut pendataan dua hari terakhir kurang lebih ada 143 bangunan yang melanggar. Dan 98 pengusaha siap untuk membongkarnya sendiri,” ujar ketua tim usai melakukan rapat, Hermanto.

Meski mengaku siap membongkar bangunannya sendiri, ada beberapa pertimbangan yang dipikirkan para pengusaha. Mereka hendak menunggu pihak Vila Ombak untuk merobohkan bangunannya lebih dulu.

‘’Mereka pada prosesnya nunggu Vila Ombak dulu, kalau sudah dibongkar maka nanti yang kecil-kecil ini secara otomatis mengikuti,” jelasnya.

Pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat terhadap pengusaha yang memiliki bangunan di Trawangan. Surat tersebut menyatakan bahwa batas waktu pembongkaran sendiri bangunan paling lambat sebelum 23 Februari 2017 mendatang.

‘’Kita sudah layangkan surat, pokoknya kalau lebih dari batas yang ditentukan maka kita akan bergerak,” tegasnya.

Anggaran yang di gelontorkan guna membongkar bangunan ini ditaksir mencapai Rp 1,3 miliar. Ia menurunkan hingga 400 personil termasuk tukang untuk menghancurkan sejumlah bangunan yang melanggar tersebut.

‘’Sebelum hari H kita akan tepatkan anggota kepolisian, TNI, dan Pol PP dulu disana. Kalau masalah sisa pembongkaran kami akan angkut langsung sehingga tidak menggangu aktifitas pariwisata,” katanya.

Perihal penertiban di Gili Air dan Meno, akan menyusul pula sesudah Trawangan. Sebab itu, sosialisasi juga akan dilakukan di dua pulau tersebut.

‘’Iya yang lain nanti nyusul, kita tidak bisa ujuk-ujuk harus ada mekanisme dulu,” pungkasnya.(08).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.