Piye

Wisatawan Bakal Tinggalkan KLU, Ini Penyebabnya !

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Ketakutan kalangan pelaku usaha pariwisata di Lombok Utara semakin bertambah. Pasalnya Asosiasi Kapal Cepat Indonesia (Akacindo) saat ini tengah bersitegang dengan Pemprov NTB maupun Pemda KLU. Akacindo enggan menyandarkan kapal di Bangsal meskipun ini merupakan kebijakan pemerintah.

Kalangan pengusaha Trawangan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) berpendapat, seharusnya pemerintah lebih mempertimbangkan aspek kenyamanan  wisatawan. Jangan sampai intervensi ke Akacindo justru menyebabkan  pengalihan rute penyebrangan dari Bali ke daerah lain.  Seperti ke NTT dan daerah lainnya.

‘’Harus dikaji dulu kalau mereka berhenti melayani penyebrangan rute Bali - NTB atau langsung menuju Gili Trawangan berapa wisatawan yang akan hilang,” ujar ketua APGT, Acok Zaini Baso. Senin (19/12).


Hal ini disebabkan Akacindo beranggapan sarana dan prasarana di Bangsal masih minim. Ini menjadi salah satu alasan kenapa pihaknya ingin langsung saja menyebrang membawa ribuan tamu ke Gili Trawangan. 

Sebab itu, meski per tanggal 1 Desember semestinya ratusan kapal cepat mesti berada di Bangsal. Namun saat ini hal tersebut tidak pernah terealisasikan.

‘’Saya kira wisatawan tidak akan mau direct ke Bangsal karena mereka ini maunya on time,” sambungnya

Sementara Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata KLU, I Wayan Bratayasa mengakui, dalam sehari terdapat kurang lebih 1,225 wisatawan yang diangkut Akacindo menuju tiga gili. Kekhawatirannya pun serupa dengan APGT yakni terkait ancamana pemboikotan penyebrangan ke KLU justru merugikan daerah.

‘’Bayangkan saja kalau mereka tidak melayani rute penyebrangan kesana pasti imbasnya ke pariwisata KLU juga,” katanya.

Dijelaskan, meskipun Pemerintah bersikukuh, namun penting untuk di pikirkan dampaknya. Saat ini fokus utama pemerintah seharusnya menyediakan pelayanan fasilitas yang lebih representatif. 

‘’Ini harus duduk bersama dan dibicarakan lagi. Kalau mengenai  sarana dan prasarana saya kira kita sedang mempersiapkannya di pelabuhan Teluk Nara,” demikian Brata.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.