Piye

Warga Gili Sunut Tuntut Sertifikat Lahan Relokasi

SuaraLombok.Com  Lombok Timur  -  Sebanyak 109 Kepala Keluarga relokasi Gili Sunut Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru ke Teranjah-anjah, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Lombok Timur hingga kini terkatung-katung nasibnya. Pasalnya, sertifikat kepemilikan atas lahan pemukiman yang kini mereka tempati tidak kunjung terbit.

Padahal Pemerintah kabupaten Lombok timur ketika relokasi, tahun  2013 bersama investor menjanjikan bahwa 109 kepala keluarga yang berada di kekadusan Sunut ini akan segera mendapatkan sertifikat lahan, sebagai ganti lahan mereka pasca relokasi. Seperti diketahui, Gili Sunut direncanakan akan di kelola oleh investor pengembang Ocean Blue.

Demikian ditegaskan Kepala Dusun  Sunut, Desa Sekaroh, Darmun kepada Suara Lombok.com. " Semua warga relokasi menuntut janji Pemkab Lotim dan perusahaan mengenai masalah sertifikat yang sampai saat ini tak kunjung pasti," tegas Darmun.

Dijelaskan kesepakatan itu diambil melalui musyawarah antara warga Sunut dengan pihak pemerintah yang dihadiri pula pihak investor. Pertemuan yang digelar tripartite di masjid setempat menyepakati salah satunya, warga akan direlokasi dari Gili Sunut ke Teanjah-anjah (lokasi pemukiman saat ini).

Karena bukti kepemilikan berupa sertifikat lahan juga akan diterbitkan. Sehingga atas dasar kepercayaan saja dulu,  tidak ada surat tertulis. Banyak yang hadir dan menjadi saksi  termasuk dari pihak pemda diantaranya Asisten I (saat itu dijabat H Muhassim), Camat Jerowaru saat itu (Taufiq), pihak Ocean Blue, pertemuannya diadakan di masjid Desa.

" Hingga tiga tahun berselang, sertifikat kepemilikan lahan yang ditunggu-tunggu tidak kunjung terbit,sehingga ini yang disayangkan warga," ujar Darmun seraya mengatakan sekitar 4 bulan lalu, pihaknya bersama pemerintah Desa Sekaroh kembali mengusulkan pembuatan sertifikat bagi warga relokasi ke Badan Pertanahan Nasional Lombok Timur.

Hal yang sama dikatakan tokoh gili Sunut, Buni Amin mengatakan beberapa waktu lalu ketika dicek di BPN melalui salah satu pegawainya, belum ada usulan yang dimaksud. Sedangkan pada sisi lainnya  pihak investor Ocean Blue dikabarkan akan segera memasuki wilayah Gili Sunut untuk melakukan pembangunan.

Menanggapi situasi ini, masyarakat meminta pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama BPN untuk segera merealisasikan janji mereka menerbitkan sertifikat bagi warga Sunut.

“Daripada tidak jelas, luntang-lantung seperti ini, lebih baik kita kembali ke gili,” ancam warga seperti yang dikatakan salah satu tokoh setempat, Buni Amin, jika sertifikat tidak juga terbit.

Sementara ditempat terpisah Camat Jerowaru L.Zulkifli mengatakan memang pihaknya sudah menerima laporan mengenai masalah kelurahan warga relokasi tersebut. Akan tetapi dirinya akan melaporkan ke pimpinan nantinya untuk mencari solusi atas masalah itu.

" Memang itu masalah masa lalu pada pemerintahan sebelumnya akan tetapi pihaknya akan mencari solusi dengan meminta petunjuk pimpinan," terang Zulkifli.(Rs)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.