Piye

Tim Tanggap Bencana Loteng Berangkat ke Bima

SuaraLombok.Com | Lombok TengahMusibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Bima mengundang simpati di pelbagai wilayah termasuk Kabupaten Lombok Tengah. Sebanyak 12 orang Tim Tanggap Bencana yang dinamai Tim Gerak Cepat Pemda Lombok Tengah diberangkatkan menuju Bima Sabtu(25/12).
Tim Gerak Cepat tersebut menuju Bima dengan membawa berbagai bantuan logistik berupa pakaian, makanan serta obat obatan yang nantinya akan langsung disalurkan kepada para pengungsi melalui koordinasi Pos Terpadu Tanggap Darurat Bencana yang dikomandoi oleh Walikota Bima, Quraish H Abidin.
 “Ada juga satu orang dokter kami kirim,” ungkap Sekda Loteng, H.M. Nursiah pada SuaraLombok.com usai mendampingi Bupati dan Wabup Loteng melepas Tim Gerak Cepat pertama.
Nusriah menjelaskan Pemkab sudah menyiapkan minimal tiga tim yang akan dikirim secara bertahap ke Kabupaten Bima untuk membantu warga korban banjir  di lokasi bencana.
Meskipun tim yang terbentuk hanya tiga tim dengan durasi bantuan masing-masing tim tiga hari, tetapi tidak menutup kemungkinan akan dibentuk tim lanjutan sampai kondisi di Bima bisa kondusif.
““Kita akan kirim bertahap, nanti bergantian, bisa saja ditambah kalau dibutuhkan” papar Nursiah.
Di tempat yang sama, Bupati Loteng, H.M. Suhaili F.T lebih menitik beratkan kepada bantuan materil dan non materil. Pemkab sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar memberikan bantuan dalam bentuk apapun, termasuk bantuan uang dan pakaian layak pakai untuk didistribusikan kepada masyarakat Bima yang saat ini sedang mengalami musibah.
“Saya sudah instuksikan untuk memberikan bantuan,” Kata Suhaili yang juga Ketua DPD Partai Golkar NTB tersebut.
Bantuan yang diperoleh pada hari pertama musibah banjir bandang itu, Pemkab berhasil mengumpulkan pakaian layak pakai sekitar tiga karung ukuran jumbo yang langung didistribusikan sebelum tim gerak cepat turun.
Sementara berdasarkan informasi dari pihak BPBD provinsi Nusa Tenggara Barat,  saat ini sekitar 6.030 jiwa korban banjir warga yang berasal dari 5 Kecamatan di Kabupaten Bima masih mengungsi, dan tersebar di 19 titik pengungsian di Kota Bima dan sekitarnya. (Ray)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.