Piye

Terendam Banjir, Warga Bongkar Aspal diatas Drainase

SuaraLombok.com | Mataram - Beberapa lingkungan Kelurahan Pagesangan Barat dilanda banjir. Akibatnya, puluhan rumah dibeberapa lingkungan terendam. Salah satunya di   lingkungan Timbrah Kelurahan Pagesangan Barat. Sebanyak 20 rumah terendam banjir.

“ Banyak yang terendam banjir. Rumah saya juga “ ujar Heni, salah satu warga Lingkungan Timbrah Pagesangan Barat yang rumahnya terendam banjir.

Ia menuturkan, air merendam rumah  warga sekitar pukul 12.00 Wita.  Sekitar setengah jam setelah hujan lebat turun. Tinggi air merendam hingga sepinggang orang dewasa.

“Di Lingkungan Pesinggahan malah ada yang sampai dada orang dewasa,” akunya.

Ketika air mulai meninggi, lanjut Heni, warga langsung melakukan evakuasi sementara hingga  BPBD Kota Mataram tiba. Air tersebut diperkirakan berasal dari drainase yang meluap. Aliran drainase tersebut diduga tidak berjalan lancar. 

Meski tidak ada kerusakan fatal, namun hal ini tidak bisa dibiarkan berlanjut. Lama-kelamaan juga akan berdampak buruk bagi warga sekitar.

“Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Ia sendiri mengaku sedikit kecewa dengan proses evakuasi. BPBD dinilai terlambat melakukan evakuasi sehingga warga terpaksa melakukan evakuasi sendiri. Mereka datang sekitar setengah jam banjir telah merendam rumah warga.

“Hanya dua rumah yang dievakuasi BPBD, sementara sisa lainnya oleh warga sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, kepala lingkungan Timbrah Abdul Gani membenarkan banjir terjadi akibat luapan air drainase. Aliran air drainase di lingkungannya tak berjalan lancar akibat pelebaran jalan di depan kantor PMI Lobar. 

Beberapa warga yang mengetahui hal ini pun marah. Mereka mengambil linggis dan membongkar aspal jalan diatas drainase tersebut. Benar saja, setelah dibongkar air mulai mengalir.

“Ada saringan di dalamnya yang tersumbat sehingga air tidak mengalir dengan baik,” pungkasnya .
Sebelum pelebaran jalan, saringan terseut berada di luar drainase. Namun setelah pelebaran jalan berpindah ke dalam. Akhirnya saringan tersebut tersangkut dan menyumbat saluran. Akibatnya, air meluap keluar.

Ia melanjutkan, ini merupakan pertama kalinya banjir terjadi di lingkungannya. Sebelumnya meski hujan lebat, air drainase tidak pernah merendam rumah warga. Setelah terjadi pelebaran jalan, air justru meluap merendam rumah warga.

“Puluhan tahun tidak pernah terjadi seperti ini,” tegasnya.

Warga kecewa dengan kejadian ini. Mereka meminta pihak PU untuk segera menangani hal ini. Jika dibiarkan berlanjut akan menimbulkan keresahan warga.   Banyak warga yang miskin ikut terendam banjir. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.