Piye

Tak Terima Dipukul Murid, Guru Lapor ke Polisi

SuaraLombok.com  | Peristiwa teragis dialami Seorang Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Selong dengan inisial UA yang terpaksa melaporkan salah seorang  siswanya berinisial MZ  (17) ke Polsek Kota Selong, Senin (05/12) Karena tidak diterima dipukul oleh oknum siswanya yang menyebabkan pelipisnya mengalami luka lebam dan bencol.

Kasus pemukulan dilakukan oknum siswa kepada sang guru terjadi pada hari Sabtu tanggal 3 Desember 2016 di SMPN 4 Selong pada saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.  Menurut guru SMPN 4 Selong yang juga sekaligus korban pemukulan UA,  pemukulan dilakukan siswanya saat dirinya bersama para guru lain melakukan penegakan disiplin kepada para siswa  mulai pakaian hingga rambut, menjelang Ujian Akhir Semester (UAS).

Sejumlah siswa pun terjaring dan harus dipotong rambutnya oleh sang guru, termasuk sang oknum siswa pelaku pemukulan,  diduga  tak terima dipotong rambutnya, MZ langsung memukul pelipis sang guru hingga memar .

" Saya melapor atas nama pribadi sebagai warga negara yang baik,karena tidak terima dengan perbuatan siswanya," terang UA.

Kapolres Lotim,AKBP Wingky Adithyo Kusumo,S.ik melalui Kapolsek Kota Selong, Iptu Lalu Pancawarsa saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan pemukulan yang dilakukan oknum siswa terhadap gurunya.

" Kami baru kemarin menerima laporan dari korban karena tidak terima perbuatan oknum siswanya" terang Pancawarsa, dan kami akan melakukan pemanggilan” tegasnya. Sementara kasus pemukulan siswa terhadap gurunya saat ini sudah ditangani Polsek Kota Selong, guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.