Piye

Oknum Kanit UPTD Dikpora Lotim Tertangkap Mesum di Hotel

SuaraLombok.Com | Lombok Timur - Tim gabungan operasi yustisi yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dan Polri berhasil menangkap dua pasangan sedang melakukan mesum di salah satu penginapan wilayah Tete Batu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Salah satu dari dua pasangan itu merupakan  oknum Kepala Unit UPTD Dikpora di Lotim, Selasa (20/12).

LN merupakan Oknum Kanit UPTD Dikpora, sementara pasangannya M, merupakan warga Rensing yang menjadi staf salah satu desa di Kecamatan Jerowaru. Sedangkan satu pasangan lainnya yakni N (46), warga Gunung Siu, Kecamatan Sikur dan NH (27), warga Montong Baan.

Demikian ditegaskan Kasi Opstik dan Linmas Pol PP Lotim, L Abdullah Purwadi selaku pimpinan operasi yustisi  membenarkan kalau pihaknya telah menangkap dua orang pasangan mesum dalam kamar sebuah hotel.

" Rata-rata saat kami temukan kedua pasangan itu berada didalam kamar terkunci dari dalam," terang Purwadi seraya menegaskan kembali kemudian kami langsung amankan ke kantor Pol PP.

Sebelumnya tim tidak mengetahui kalau yang terjaring itu merupakan oknum pejabat PNS di Lotim, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar dan mengakui dirinya aparatur sipil negara.

Selain itu tim juga melakukan operasi ke hotel Loang Gali Aikmel. Namun tim tidak menemukan pasangan mesum. Melainkan hanya mendapatkan ratusan kondom yang ada dalam kamar.

" Dari pengakuan pengelola setiap tiga bulan diberikan oleh pihak KPA, namun akan kami cek kebenarannya" terang Kasi Opstik ini seraya

Lebih jauh ia menambahkan terhadap para pasangan mesum ini dibuatkan berita acara dan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Karena tentunya akan memiliki dampak yang sangat besar bagi mereka.

Namun begitu kedua pasangan itu mengaku khilaf dan bersalah dengan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

" Pelaku dikenakan perda no 4 tahun 2007 tentang ketertiban dan ketentraman umum yang disalah satu pasalnya setiap orang dilarang melakukan asusila yang ancaman hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 5 juta," tandas Purwadi.(RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.