Piye

Sembilan PNS Lotim Disumpah



SuaraLombok.Com | Lombok Timur - Sembilan orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemkab Lombok Timur diambil sumpah dan janjinya sebagai PNS. Pengambilan sumpah itu sendiri  dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Lotim, H. Najamudin di Aula setempat Senin (19/12).

Kesembilan PNS yang dilantik dan ambil sumpahnya itu antara lain tujuh orang lulusan IPDN, seorang dokter serta pegawai Tata Usaha SMAN 3 Selong yang saat itu berhalangan hadir. Sebelum pengambilan sumpah ini dilakukan, ke sembilan orang tersebut menjalani masa percobaan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), lalu kemudian diangkat menjadi PNS.

Kepala BKD dan Diklat Lotim, H.Najamudin mengatakan, pengambilan sumpah PNS ini disesuaikan dengan UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Tepatnya pasal 66 ayat (1) yang menegaskan bahwa setelah CPNS diangkat menjadi PNS maka harus segera di ambil sumpah. Lanjutnya, hal itu secara khusus diatur dalam UU tersebut mengingat ini merupakan tahap awal seorang pegawai resmi bergabung sebagai anggota ASN.

Tentunya, lanjut dia, dari masa percobaaan yang telah dilalui hingga sekarang, PNS bersangkutan diharapkan betul-betul mempelajari, mendalami segala peraturan yang terkait dengan aturan kepegawaian khususnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.  "Dalam PP ini sudah jelas diatur kewajiban dan larangan PNS sampai kepada hal-hal sekecilnya. Untuk itu diharapkan agar semua anggota ASN betul-betul menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Jangan sampai hanya menuntut hak tetapi kewajiban diabaikan, karena bisa menimbulkan image yang kurang baik di masyarakat , lebih-lebih sekarang sudah dipertegas bahwa fungsi ASN begitu mulia," paparnya panjang lebar.

Lebih lanjut dijelaskan Najamudin,  fungsi ASN sebagaimana ditegaskan dalam UU Nomor 5 tahun 2014 adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, sebagai pelayan masyarakat dan sebagai perekat persatuan NKRI. Jika tiga fungsi ini betul-betul dipahami dengan baik, maka tidak akan ada anggota ASN yang masih ingin dilayani oleh masyarakat, karena sekarang fungsinya betul-betul menjadi pelayan masyarakat, bukan dilayan.

Disamping itu, kata dia, hal yang paling penting juga bahwa setiap anggota ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya akan mendapatkan perlindungan. Karena, tambahnya, dalam UU ASN ditegaskan bahwa Pemerintah wajib memberikan perlindungan hukum kepada setiap anggota ASN. "Kami berharap kepada PNS yang baru diambil sumpahnya hari ini agar lebih menyadari hak dan kewajibannya. Tingkatkan motivasi untuk terus belajar dan belajar agar lebih kompeten," harap Najamudin mengakhiri.(RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.