Piye

Realisasi Anggaran Baru 54,61%, Dishubkominfo KLU Santai

SuaraLombok.com | Lombok Utara – Menginjak akhir tahun ini sejumlah SKPD di Lombok Utara tengah mengkebut sejumlah program agar keuangan diakhir masa anggaran tidak menjadi silpa. Hanya saja, khusus bagi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) KLU hal ini bukan menjadi persoalan besar. Meskipun persentase realisasinya masih sekitar 54,61%.

Diungkapkan Kepala Dishubkominfo KLU, Sinar Wugiyarno sejatinya pengerjaan fisik dalam program yang dilaksanakan pihaknya sudah berjalan. Kendati banyak dari pada kontraktor yang hanya mengambil uang muka saja. Tetapi pengerjaan fisik berjalan lancar bahkan mungkin hampir selesai.

‘’Kami baru mencapai angka 54,61%. Tetapi bagi saya tidak ada masalah karena beberapa kontraktor baru mengambil uang muka yakni sebesar 20 persen saja,” ujarnya, dalam ekspose realisasi anggaran Dishubkominfo diruang rapat Dinas. Rabu (14/12).

Faktor lain yakni beberapa kegiatan fisik di Dishubkominfo tidak ada yang bersifat besar, yang mayor hanya pembangunan pelabuhan Teluk Nara yang nilai kontraknya kurang lebih sebesar Rp 6 miliar. Dalam hal ini, Dishubkominfo justru kebanyakan melaksanakan kegiatan pemberdayaan, pelatihan, hingga sosialisasi kaitannya aspek perhubungan darat maupun laut.

‘’Fisik yang dilaksanakan sampai sekarang mungkin sudah 91%, kalau program yang lain rata-rata sudah terlaksana semua. Yang mayor dikami hanya di Teluk Nara itu,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam tahun ini pihaknya mengelola anggaran kurang lebih senilai Rp 15 miliar. Hanya saja, dalam prosesnya saat ini baru digunakan senilai Rp 8 miliar dan masih terdapat sisa Rp 7 miliar. Tapi bukan berarti Dishubkominfo tidak memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), ia memperkirakan pada akhir tahun nanti ditemui nilai Silpa hampir sekitar Rp 400 juta.

‘’Beberapa program ada yang belum terlaksana seperti SID pembangunan dermaga di Gili Air dan Meno, DED aksebilitas penunjang terminal Bangsal. Tapi kita tetap optimis bisa selesai akhir tahun nanti. Adanya silpa ini juga disebabkan lantaran retribusi menara (tower) yang tidak bisa terpungut,” paparnya.

Menyoal PAD sendiri, pihaknya mengaku selama tahun 2016 ini telah meraup sekitar Rp 570 juta dari berbagai sektor. Misalnya seperti retribusi perhubungan laut maupun darat, hingga dari berbagai sumber lainnya. Kenapa retribusi rendah jika dibandingkan penggunaan anggaran yang mencapai belasan miliar ? Sinar mengakui bahwa Dishubkominfo bukan lah SKPD yang vertical, ia bersifat provit.

‘’Memang kami disini tidak bisa menghasilkan Retribusi atau PAD yang besar karena Dishubkominfo lebih cenderung kepada impact, multiplayer effect yang dihasilkan kedepannya,” tandasnya.(rgw).  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.