Piye

Pungli di Sekolah, Siap-Siap Dipecat Tidak Terhormat

SuaraLombok.com | Mataram - Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB Muhammad Suruji mengecam tegas guru atau oknum yang melakukan pemotongan Bantuan Siswa Miskin (BSM).  Ia bahkan siap memberlakukan sanksi tegas mulai tahun depan. Sanksi tersebut berupa pemecatan langsung secara tidak terhormat.

"Pelaku yang memotong dana BOS, BSM, potong apapun itu, akan kita pecat. bagaimana kita mau bangun generasi berakhlak mulia kalau guru atau kepala sekolah memberi contoh merampok." tegas Suruji, Selasa (13/12).

Lebih lanjut, pemotongan tersebut sama saja dengan pungli. Hal ini telah dilarang oleh Presiden sendiri. Namun sejauh ini belum ditemukan pungli di sekolah. Pasalnya hal ini menjadi wewenang pemerintah kabupaten / kota masing-masing.

Sementara isu pungli di salah satu SLTA Lobar, pihaknya telah menyerahkan pada Ombudsman. Ia mengatakan, hal ini tidak bisa langsung dikatakan pungli. Sebab adanya program wajib sekolah 9 tahun secara gratis. Sementara di SMA tidak gratis. Artinya pemerintah tidak membiayai penyelenggaraan pendidikan di SMA.

" Tetapi ketika kemudian ada kebutuhan di luar biaya itu dimungkinkan masyarakat diajak berpartisipasi. Tanggung jawab pendidikan itu pemerintah dan masyarakat," jelasnya

Namun terkait pemotongan BOS, BSM, dan anggaran lainnya memang perlu ditindak tegas. Tentunya hal ini perlu kerjasama dari berbagai pihak, termasuk wali murid.
“laporkan setiap pungli biar kita tindak tegas,” tandasnya. (Dade)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.