Piye

Penemuan Jenazah Bayi Gegerkan Warga Bebidas

SuaraLombok.com | MATARAM - Kota Mataram kembali dihebohkan dengan penemuan jenazah bayi. Sebelumnya di kelurahan Karang Pule. Kini justru di Lingkungan Bebidas Kelurahan Pagesangan, Senin(12/12).

Jenazah bayi berkelamin perempuan ini ditemukan warga tengah mengapung terbawa arus sungai Unus. Tepatnya di aliran belakang kampus Universitas Muhammadiyah Mataram.

Sarhin, 25 tahun, pertama kali menemukan jenazah bayi nahas tersebut. Saat itu sekitar pukul 09.00 Wita, ia tengah duduk santai di pinggir sungai sepulang acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Baru saja saya duduk melihat kearah sungai," akunya.

Awalnya Sarhin mengira jenazah tersebut merupakan boneka yang hanyut. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata bukan boneka.

Ia pun berlari mengejar jenazah bayi yang hanyut tersebut. Jenazah bayi tersebut hanyut mengikuti aliran sungai hingga nyangkut di antara pohon bambu pinggi sungai.

"Saya angkat pakai kain dan saya serahkan pada pak Saniah," jelasnya.

Sementara itu, Saniah 58 tahun membenarkan hal tersebut. Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan tengkurap. Kondisinya pun cukup mengenaskan.  Kepala bayi tersebut membiru dan terkelupas.
"Kulit kepalanya terkelupas," ujarnya

Ia menuturkan, badan bayi belum membengkak. Diperkirakan bayi baru dibuang sehari sebelumnya. Hal ini kemudian dilaporkan pada kepala lingkungan Bebidas.

Mendengar hal tersebut, Kaling langsung sigap menghubungi pihak berwajib. Tak lama berselang, mobil kepolisian tiba dan mengamankan TKP. Jenazah bayi nahas tersebut akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.

"Kita tunggu hasilnya seperti apa," pungkasnya.

Terpisah, lurah Pagesangan I Made Gede Yasa menegaskan akan segera melakukan sweeping. Secepatnya ia akan melakukan pemeriksaan di seluruh wilayahnya. Terutama di kos-kosan.

"Akan segera kita lakukan pemeriksaan nanti," tegasnya.

Menurutnya, hal ini yang selalu ia takutkan sejak lama. Itu mengapa ia sering melakukan razia kos-kosan. Ia turut menduga jika bayi tersebut hasil hubungan pergaulan bebas penghuni kos-kosan.
"Ini yang saya takutkan membuang bayi yang tak berdosa," pungkasnya.(MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.