Piye

Menteri PPN : Jangan Ada Kemiskinan di Masyarakat Pesisir

SuaraLombok.Com|Lombok Barat - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) yang juga Kepala Bappenas Prof.Dr. Bambang P.Sumardi Brodjonegoro hadir di Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran sang Menteri guna meninjau lokasi proyek coastal community development project (CCDP)-IPAD di Pantai Cemare, Desa Lembar Selatan Selasa (20/12).

Pria yang akrab disapa Bambang Brodjonegoro itu dalam sambutannya berharap agar pengembangan perekonomian juga menyasar wilayah pesisir. Hal itu dimaksudkan guna menghilangkan kesan kemiskinan yang dialami masyarakat pesisir. Menurut di Indonesia ini didominasi wilayah maritim yang bisa dijadikan aset bagi masyarakat. Mengacu hal itu, dia juga berharap agar masyarakat nelayan bisa memanfaatkan keberadaan laut.

Tak hanya ikan, rumput laut juga harus dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan. Dan wilayah pesisir harus menjadi pusat pengolahan produk guna mensejahterakan masyarakat. Diharapkannya, nelayan tidak hanya pintar menangkap ikan, tetapi mampu mengemas produk hasil laut, seperti abon ikan, krupuk ikan dan pruduk laut lainnya.

Bambang Brodjonegoro juga menyatakan memperkuat ekonomi lokal akan mengurangi kemiskinan. Oleh karena itu, diharapkan dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk kelanjutan program IPAD.  Selain itu, program pengentasan kemisikinan yang di lakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tak bisa hanya mengandalkan Bantuan Tunai yang di berikan kepada masyarakat. “Pengentasan kemisikinan, itu tidak bisa hanya mengandalkan bantuan tunai atau Subsidi ke masyarakat, karena sifatnya tidak berkelanjutan.” Sambungnya.

Lanjutnya, model pengentasan kemiskinan, merupakan program pembangunan kawasan, bukan individu. Saya mengharapkan, model pembangunan kawasan yang di lakukan di wilayah pantai Cemare ini juga bisa di lakukan di wilayah lain, tidak hanya di pulau Lombok, melainkan di tempat lain,” pungkasnya kemudian.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H.Fauzan khalid dalam sambutannya menyampaikan bahwa program IPAD tersebut sudah berlangsung selama empat tahun dan akan berakhir tahun 2017 mendatang. Sejak diluncurkan hingga sekarang, jumlah dana yang diserap oleh masyarakat sekitar Rp20 miliar. “Kami bersyukur dengan adanya program ini angka kemiskinan di Lobar bisa dikurangi. Ke depannya kami berharap program serupa bisa diperoleh lagi oleh masyarakat,” singkatnya. (tn)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.