Piye

Malam Tahun Baru Tak Bawa KTP, Siap-Siap Diusir

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Menjelang tahun baru di Gili Trawangan, jalan masuk jalur laut diperkirakan akan sangat ramai. Sebab itu Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) KLU akan mengatur penyebrangannya menuju kesana supaya wisatawan tidak semerawut.

‘’Kita akan atur nanti disana akan disiapkan personil,” ujar Kepala Dishubkominfo KLU, Sinar Wugiyarno. Rabu (14/12).

Menurutnya, penyebrangan ke Trawangan ketika malam tahun baru akan dibatasi jamnya. Hal ini supaya wisatawan bisa tertampung selain mengatur masyarakat lokal yang datang. Hanya saja, pihaknya belum menentukan kapan waktu terakhir ditutupnya penyebrangan kesana nanti.

‘’Tentu kita batasi jamnya, tapi saya belum rapatkan jadi belum disepakati,” jelasnya.

Pada tahun sebelumnya, pemberlakuan batas jam penyeberangan ke Trawangan dilakukan hingga pukul 19.00 wita. Namun, tahun ini bisa saja waktu tersebut dipangkas. Menurutnya, selain mengatur wisatawan yang datang, juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

‘’Nanti kalau semua-semua masuk sana kan kacau juga,” jelasnya.

Disisi lain, aparat desa setempat dan Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) juga akan membagi pintu masuk menuju Trawangan. Yakni di pelabuhan dan juga di dermaga jetty. Nantinya pengunjung yang datang akan di data dan diperiksa.

‘’Kalau bawa narkoba dan sebagainya bisa diketahui lah, ini bagus supaya tidak ada isu-isu bom seperti tahun lalu karena KLU ini sudah kondusif,” katanya.

Lebih lanjut, Sinar menegaskan bagi masyarakat harus membawa KTP. Sementara wisatawan asing berupa Passport. Jika tidak, mereka tidak diijinkan masuk ke Trawangan. Ini merupakan langkah yang cukup efektif untuk menangkis perbuatan buruk disela-sela perayaan malam tahun baru ini.

“’Jelas kalau yang tidak punya KTP dilarang masuk kesana,” pungkasnya.(rgw)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.