Piye

KLU Mulai Antisipasi Tenaga Kerja Asing Khususnya China Tahun Depan

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berupaya akan mengantisipasi masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) tahun depan. Khususnya tenaga kerja asal China.

Diungkapkan oleh Kabid Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans KLU, Itradim. Antisipasi ini tidak hanya TKA ilegal asal China melainkan kepada seluruh pekerja asing dari penjuru dunia. 

‘’Kemarin kan banyak juga yang dari China ditangkap, alasannya ilegal sampai mereka menanam tanaman berbahaya. Jangankan yang dari Eropa, dari China pun kita juga akan tindak tegas. Kalau ketahuan tidak mengantongi izin deportasi langsung,” paparnya, Selasa (27/12).

Berbagai upaya akan dilakukan.  Mulai dari melakukan pendataan diseluruh hotel serta intens melaksanakan pemantauan langsung bersifat door to door. Sinkronisasi antara data dan hasil pemantauan di lapangan dianggap efektif meminimilasir maupun mencegah beredarnya TKA ilegal. 

‘’Terlebih dengan bergabungnya bidang tenaga kerja di OPD baru justru ini akan memudahkan koordinasi antar instansi yang bersangkutan. 2017 mendatang kita akan gabung dengan perizinan dan penanaman modal maka dari itu koordinasi Insyallah mudah,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinsosnakertrans KLU, pada akhir Desember 2015 lalu jumlah TKA tercatat sekitar 294 orang. Hingga bulan Mei 2016 kemarin jumlahnya naik mencapai 329 orang. 

Regulasi perihal izin TKA tertuang dalam Perda nomor 6 tahun 2014 yang merujuk pada Peraturan pemerintah Nomor 97 tahun 2012 tentang retibusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Jika banyak pekerja asing ilegal di KLU, otomatis daerah yang akan dirugikan.

‘’Retribusi IMTA merupakan prioritas, kalau daerah tidak mampu menghasilkan lebih maka buat apa. Karena untuk bidang kami saja tahun depan sudah ditarget sekitar Rp 2 miliar lebih sumbangsih ke PAD,” tandasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.