Piye

Jelang Tahun Baru, Kapolres KLU Larang Jual Beli Mercon

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Malam tahun baru tak lepas dari keberadaan mercon dan kembang api. Tak jarang pula kedua benda ini menimbulkan keresahan warga. Khususnya penggunaan mercon.

Maka dari itu, untuk menciptakan situasi tetap kondusif, Polres KLU mengimbau supaya masyarakat tidak menjual belikan mercon. Sebab bunyi bising dan ledakan mercon sering menjadi biang keladi timbulnya sejumlah masalah saat perayaan tahun baru berlangsung.

‘’Kita melarang masyarakat menjual dan membakar mercon. Karena benda yang bersifat meledak tidak bisa diperjual belikan sembarangan,” tegas Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifai,  Senin (12/12).

Sebagai upaya pengamanan serta antisipasinya, pihaknya akan intens melakukan penertiban. Aparat akan rutin  melakukan penyisiran disejumlah titik yang dianggap rawan. Tidak hanya itu, guna mengantisipasi hal buruk lain aparat juga akan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang didapati membawa senjata tajam maupun narkoba ke Lombok Utara. 

‘’Biasanya pada saat momentum perayaan seperti ini sangat rawan terjadi,” akunya.

Kendati demikian, hal ini masih sebatas imbauan. Pasalnya pihaknya saat ini tengah melakukan identifikasi. Di samping itu, pendekatan persuasif terhadap sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, sampai bersinergi dengan pemerintah ditingkat desa, kecamatan, dan daerah juga menjadi salah satu upaya pencegahan. 

‘’Nanti kita juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk TNI. Yang jelas jika kedapatan akan kita tindak tegas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lombok Utara Sinar Wugiyarno menyatakan, pengamanan di semua titik khususnya di tiga gili memang sangat penting dilakukan secara aktif.

Hal ini untuk menghindari orang-orang yang tidak berkepentingan memanfaatkan situsi untuk memperkeruh suasana. Seperti terror bom, pembunuhan, pengedaran narkoba, serta penyebarluasan paham radikal yang menimbulkan keresahan warga di destinasi wisata tersebut. 

‘’Kami membantu kelancaran, ketertiban, dan keamanan di darat maupun di laut bisa terwujud. Dan kami sudah memiliki SOP yang telah ditentukan,” pungkasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.