Piye

Jangan Tebang Pilih Berikan Anggaran Dong Pak Gub !

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Pemprov NTB dianggap tebang pilih, sebab memberi anggaran cukup sedikit dalam APBD 2017 pada Pemda Lombok Utara. Pasalnya, Pemprov hanya menyalurkan 27 miliar kepada Kabupaten termuda di NTB tersebut.
Tak hayal, kebijakan ini pun membuat Wakil Bupati KLU, Sarifudin geram bukan kepayang. Ia menilai KLU semestinya dapat perhatian khusus, sebab angka kemiskinan masih sangat tinggi. Belum lagi berbicara bidang infrastruktur yang belum merata dan masih banyak lagi.

“Pemerintah Provinsi harus betul-betul memberikan porsi anggaran lebih kepada KLU sebagai kabupaten baru, terutama pada bidang infrastruktur, karena masyarakat Lombok Utara sangat butuh sekali semua akses di seluruh sektor melalui infrastruktur,” jelasnya. Rabu (14/12).

ia menegaskan, hal ini sangat berpengaruh terhadap pengusulan jalan Provinsi, terlebih diberbagai event Lombok Utara selalu membawa atas nama Provinsi. Kemudian, sektor pengentasan kemiskinan dalam bentuk memberikan dana perimbangan tidak sesuai kebutuhan yang ada.
“ di Lombok Utara angka kemiskinan menjadi sorotan ditingkat nasional, sehingga seakan-akan tidak banyak keberpihakan,” jelasnya.

Anggaran Rp 27 miliar bersumber APBD Provinsi untuk KLU, memang menyebar ke semua sektor dan tidak fokus. Sehingga  progres tidak bisa terlihat signifikan dan tidak mempengaruhi satu sama lain. Kendati demikian, Sarif  berharap cara pembagian porsi anggaran seharusnya ada nilai lebih.

“ tetap kami lakukan, tapi belum memberikan perhatian lebih, kalau Lombok Utara terpuruk maka NTB juga akan buruk. Jangan samakan dengan daerah lain seperti Loteng dan Mataram,” pungkasnya.

Disisi lain, mantan dewan Udayana ini justru mengkritisi penggusuran masyarakat KLU di Gili Air belum lama ini. Sebab Gili Matra yang menjadi perhatian juga sebagai kawasan strategis Provinsi justru tidak ada upaya nyata untuk pembenahan. Hal ini terlihat dari fasilitas lampu penerang jalan di semua titik, kemudian secara fisik trotoar yang dianggapnya jauh dari harapan.

‘’Memang ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah namun terbatas anggaran. Ini membawa NTB ke destintasi nasional. Jangan Sekedar mengaku sebagai kawasan strategis tapi tidak memberikan apa-apa, kan susah juga,” sindirnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.