Piye

Isu Teroris Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Jawaban Pihak Bandara

SuaraLombok.Com|Lombok Tengah - Jelang perayaan natal dan tahun baru 2017 di NTB, isu serangan teroris mulai mencuat. Apalagi, sudah diketahui bersama, meski jaringan Santoso sudah berhasil dibubarkan, namun jaringannya diduga masih ada termasuk di wilayah NTB.

Menanggapi isu ini, General Manajer PT Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport, I Gusti Ngurah Ardita mengakui bahwa pihaknya belum mendapat informasi seperti itu. Namun demikian, PT. Angkasa Pura I tak ingin kecolongan.

Sebagai langkah antisipasi dan penanganan dini, pihak Angkasa Pura I bekerjasama dengan aparat keamanan mulai bersiap diri dengan membentuk posko terpadu di kawasan LIA atau yang masih dikenal dengan Bandara International Lombok (BIL). “Memang belum kami dapatkan informasi seperti itu, tapi kami sudah mencoba mengantisipasi,” terangnya.

Ardita juga menambahkan, komunikasi dengan aparat keamanan seperti TNI dan Polri sudah dimantapkan. Bahkan, untuk pengamanan jelang natal dan tahun baru ini, aparat TNI dan Polri sudah berkomitmen memberi pengamanan berlapis di kawasan Bandara. “Di posko ini saja, sampai 88 orang personil siap jaga bergantian. Tak perlu khawatir karena kami juga tetap lakukan pantauan,” tambahnya.

Ditempat sama, Komandan Kodim 1620/Loteng, Letkol Inf, Is Abul Rasi juga mengakui bahwa pihaknya belum mendapat informasi resmi dari jajaran Intel maupun pihak lain terkait indikasi ancaman teroris jelang Natal dan Tahun Baru di wilayah NTB.

Terkait belum masuknya informasi akurat dari pihak Intelejen, Dandim 1620/Loteng itu pun berkesimpulan bahwa isu ancaman teroris itu hanya isu belaka dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Kami kan juga punya intel di lapangan, tapi tidak ada informasi seperti itu,” tutupnya meyakinkan. (ray)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.