Piye

Industri Rumah Tangga Penyebab Utama ISPA

SuaraLombok.com | MATARAM - Industri rumah tangga memang membantu menaikkan taraf ekonomi masyarakat. Namun dibalik itu justru menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi lingkungan, khususnya kesehatan. Industri rumah justru menjadi pemicu utama penyakit saluran pernafasan atau ISPA.

“ISPA paling tinggi untuk tiga bulan terakhir ini,” kata Kepala Puskesmas Dasan Cermen, H Raden Hendra Taurus Sandi, S Kep, Kemarin (21/12).

Ia menuturkan, penyakit ini memang dipengaruhi cuaca. Namun juga disebabkan pola hidup masyarakat. Puskemas Dasan Cermen berada di lingkup empat kelurahan. Yakni kelurahan Babakan, Abiantubuh Baru, Dasan Cermen, dan Cakranegara Selatan Baru. 

Keempat kelurahan ini merupakan gudangnya beragam jenis industri rumah tangga. Mulai dari industri tahu, roti, hingga pembuatan peralatan rumah tangga. Banyak dari warga masih menggunakan kayu bakar untuk bahan bakar industri tersebut. Sisa pembakaran tersebut memicu munculnya penyakit ISPA.

“Apalagi saya baru dengar ada yang menggunakan karet,” akunya.

Disamping itu, pola hidup warga turut mempercepat penyebaran penyakit ini. Lokasi industri rumah tangga menjadi satu dengan tempat tidur sekaligus dapur. Selain itu, satu rumah memiliki dua hingga tiga kepala keluarga. 

“Orang tua tinggal dengan dua anaknya. Anaknya menikah dan ikut juga tinggal di rumah tersebut. Karena tidak ada tempat,” jelasnya

Raden mengatakan, pada September lalu tercatat sebanyak 404 kasus ISPA di 4 kelurahan tersebut. Jumlah ini meningkat menjadi 466 kasus pada Oktober dan turun lagi menjadi 450 kasus di November.  Jumlah ini cukup signifikan dibanding penyakit lain yang hanya hingga 200 penderita.

“Setiap tahun memang selalu sebanyak itu. ISPA memang jadi penyakit dengan rangking pertama di sini,” sambungnya.

Sementara untuk penderita sendiri hampir di rentang semua usia. Namun rentang usia rentan ISPA lebih banyak pada balita. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Penanganan yang dilakukan saat ini dengan memperbanyak penyuluhan. 

Selain itu, puskesmas juga melakukan home visit. Terlebih jika mengarah pada penyakit menular seperti TBC.  Tak hanya itu saja, puskesmas juga menurunkan tim promkes untuk memberikan penyuluhan sekaligus pemantauan.

“Di momen posyandu juga kita ingatkan kembali,” pungkasnya. 

Ia menambahkan, penyakit ini dapat ditekan dengan perubahan pola hidup. Masyarakat perlu sadar pentingnya menjaga kesehatan dan bahaya dari industri rumah tangga. Tak hanya menguntungkan, namun juga bisa menimbulkan penyakit. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.