Piye

Hotel Yang Taat Aturan Bakal dapat Reward

Suaralombok.com | Lombok Utara – Sejumlah hotel di Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin menjamur. Meskipun memberi dampak positif, namun tak jarang pula Pemda KLU dibuat geleng-geleng kepala. Pasalnya, ternyata sejumlah hotel kerap tidak mengindahkan aturan yang  dikeluarkan pemerintah.

Kabid Pendataan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) KLU, Yarsa menegaskan akan memberi reward bagi hotel yang patuh secara khusus. Hal ini tentu untuk memicu semangat agar semua hotel di Lombok Utara ini semakin tertib.

‘’Pemberian reward kita nilai dari hotel yang mematuhi segala aspek kebijakan pemerintah. Misalnya dalam segi Perda ataupun peraturan lainnya,” ujarnya. Selasa (6/12).

Menurutnya, pelanggaran yang ditemukan seperti melebihi batas roi pantai, hingga tak mengantongi izin yang lengkap.Ia berharap, pemberian reward ini hotel yang merasa melanggar aturan mau membongkar dan membangun ulang bangunannya.

‘’Pokoknya kita berikan hadiah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengaku siap turun survey ke lapangan untuk mendata hotel yang melanggar aturan. Selain itu, DPPKAD juga akan melakukan sosialisasi pada hotel yang belum mengantongi izin maupun tak membayar pajak.

‘’Kita akan kordinasi dengan perizinan terpadu yang ada nantinya, untuk hal ini agar lebih memudahkan proses pendataan,” tegasnya.

Untuk saat ini, hotel penyumbang retribusi pajak kepada daerah tergolong hotel megah. Sebab berdasarkan data DPPKAD, terdapat satu unit hotel bintang lima kelas berlian, satu unit hotel bintang lima, tiga unit hotel bintang empat, satu unit hotel bintang satu, empat unit hotel melati kelas tiga, 16 unit hotel melati kelas dua, 71 unit hotel melati kelas satu, dan 499 unit cottage.

‘’Jika ada hotel lebih dari itu, berarti mereka ilegal dan tidak menyumbangkan PAD selama ini,” pungkasnya.(rgw)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.