Piye

Hotel The Sentosa Disegel

SuaraLombok.com | Lombok Barat - Pemerintahan Lombok Barat melakukan penyegelan terhadap Hotel Santosa, Senggigi Jumat (8/12/2016). Beberapa aset milik hotel tersebut kini disita. Hal ini dilakukan karena Sentosa telah menunggak pajak selama bertahun-tahun.

" Hotel Sentosa disegel karena tidak membayar pajak," ungkap Bupati Lobar H Fauzan Khalid saat proses penyegelan.

Ia menuturkan, hal ini merupakan buntut dari kebijakan Pemkab Lobar terhadap Hotel Sentosa. Hotel ini menunggak pajak hingga miliaran rupiah selama 4 tahun. Terhitung sejak 2013 sampai akhir 2016 ini.

Sementara tunggakan pajak sebesar Rp 8 miliar lebih. Namun hingga jelang  batas waktu yang diberikan, Santosa hanya mampu membayar senilai Rp 1,5 Miliar.
"Tetapi itu tidak cukup," tegas Fauzan.

Ia mengatakan, hal ini ia lakukan demi kebaikan Sentosa. Sebab pajak yang diminta bukan pajak Sentosa melainkan pajak tamu menginap. Lebih lanjut, kata Fauzan, lahan tersebut luasnya 75 are dengan nilai jual Rp 1 juta per m2. Hal ini dirasa cukup menutupi tunggakan tanpa mengganggu operasional hotel.

Ditempat yang sama, Kadis PPKAD Hj Lale Prayatni juga menegaskan, ini merupakan penegakan terhadap peraturan daerah. Ia harus mengambil sikap tegas pada seluruh pelanggar. Jika tidak, ini akan menjadi virus tidak baik bagi pelaku usaha lainnya.

" Penyegelan kami lakukan selama 2 minggu," imbuhnya.

Namun ia berharap Sentosa bisa melunasi tunggakan sampai batas waktu yang di tetapkan. Jika tidak , kasus ini akan dilimpahkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang(KPKNL).

Terpisah, bagian keuangan Hotel Santosa I Wayan Sudiartha mengakui penyegelan tersebut karena ketidak sanggupnya membayar pajak.

"Pajak terlalu banyak dan kami tidak bisa melunasinya," pungkasnya.

Terkait tindakan selanjutnya, Wayan masih menunggu keputusan owner Sentosa di Jogjakarta. Saat ini, ia tidak berani mengeluarkan pernyataan tanpa ijin dari pemilik Sentosa. (MyO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.