Piye

Hore ! Taniga Jadi Pelopor Desa Bumil Tanpa Asap Rokok

SuaraLombok.com | Lombok Utara – Pemkab Lombok bekerjasama dengan lembaga Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) secara resmi telah mendeklarasikan Desa Teniga Kecamatan Tanjung sebagai desa dengan rumah ibu hamil tanpa asap rokok. Deklarasi yang dilakukan di aula kantor desa Teniga, Jumat (23/12) itu dihadiri oleh Bupati KLU, Najmul Akhyar hingga sejumlah pejabat SKPD se-KLU.
Diungkapkan Najmul, asap rokok berdampak buruk jika dihirup oleh orang terdekatnya. Terlebih lagi bagi istri yang tengah mengandung. Dengan deklarasi ini menurutnya bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain di Lombok Utara bahkan di NTB pada umumnya.

‘’Sebagai seorang suami hendaknya tetap memperhatikan dan menjaga kesehatan anak serta istri. Semoga ini bisa menjadi contoh,” ujarnya.

Deklarasi ini merupakan yang pertama kali di NTB, maka tak heran KLU diklaimnya bisa menjadi contoh desa lain di Kabupaten/Kota di NTB. Menurutnya, kualitas anak di dalam kandungan merupakan tanggung jawab yang harus dijaga para orang tua. Jika orang tua merokok, ia tak dapat membayangkan bagaimana kondisi bayi ketika lahir lantaran terkontaminasi asap rokok sejak dalam kandungan. 

‘’Kita harus bangga karena menjadi yang pertama di NTB, semoga ini bisa menjadi contoh bahkan diseluruh desa yang ada di Indonesia,” tegasnya.

‘’Kalau kita ingin kualitas kesehatan anak yang dikandung istri itu lahir dengan bagus, maka kesehatan ibu hamil harus dijaga dengan baik. Salah satunya yaitu jangan merokok dirumah baik ketika istri hamil atau tidak hamil,” jelasnya.

Dijelaskan, disamping itu orang tua juga harus memberikan asupan gizi yang pas bagi bayi mereka. Ia berharap masyarakat setempat khususnya pria, mampu menjaga prilaku menjaga kesehatan keluarga dengan baik sehingga melahirkan generasi yang berkualitas.

‘’Saya juga berharap apa yang kita lakukan pada pagi hari ini yaitu penandatanganan Deklarasi Desa Dengan Rumah Ibu Hamil tanpa Asap Rokok, anggap sebagai sebuah awig-awig yang harus kita taati dan kita fahami,” pungkasnya.
Sementara itu, direktur PKMK Fatma Siwi, mengatakan program ini adalah upaya untuk terus menjaga kesehatan Ibu hamil. Sebab asap rokok mengandung tujuh ribu (7000) zat kimia berbahaya yang akan mempengaruhi kesehatan, dalam hal ini termasuk kesehatananak yang dikandung Ibu hamil.

‘’Program ini juga berkaitan dengan perilaku hidup sehat di masyarakat, mengapa merokok didalam rumah ini dilarang, sebab dalam kurun waktu 7 jam asapnya masih  mengendap di dalam rumah dan ini akan berpengaruh pada istri dan anak,” tandasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.