Piye

Hati-Hati, Gili Trawangan Juga Rentan Banjir Loh !

SuaraLombok.com | Lombok Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara telah mengidentifikasi wilayah yang dianggap berpotensi rawan akan bencana. Mengingat akhir-akhir ini KLU  kerap diterjang cuaca ekstrim. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Januari 2017.

Plt Kepala BPBD Lombok Utara, Iwan Maret Asmara mengatakan bencana banjir, longsor, maupun pohon tumbang umumnya akan terjadi dikawasan padat penduduk atau Kecamatan perkotaan yakni Tanjung dan Pemenang. Desa Pemenang Timur, Sokong, Sigar Penjalin, Malaka, kawasan Gubuk Baru Tanjung, hingga Gili Indah juga masuk di dalamnnya.

‘’Memang sudah kita petakan kawasan perkotaan umumnya masuk karena memang cuaca akhir-akhir justru condong mengarah kesana,” ujarnya, Rabu (21/12).

Jika Desa Gili Indah masuk di dalamnya, artinya kawasan pariwisata tiga gili juga termasuk di dalamnya. Iwan mengakui Trawangan pernah mengalami banjir. Hal ini disebabkan minimnya saluran drainase di wilayah tersebut berakibat pembuangan air menuju hilir terhambat. 

‘’Jangan salah, Trawangan itu rentan akan banjir walau memang tidak separah daerah lain,” katanya.

Dalam hal ini faktor curah hujan sangat menentukan. Umpamanya ketika curah hujan menuju barat maupun hulu tengah tinggi, bukan tidak mungkin banjir akan menerjang kawasan pariwisata unggulan di NTB tersebut. Tapi sebaliknya jika intensitas hujan rendah ataupun sedang Trawangan tetap akan aman saja.

‘’Justru lebih besar dialami di wilayah timur sementara untuk bagian barat dan hulu yang notabene masuk dalam kawasan Gili Trawangan lebih rendah,” jelasnya.

Namun Iwan menampik jika Trawangan dituding sebagai kawasan langganan banjir. Pasalnya jika menimbang aspek curah hujan tentu tidak akan sinkron. Namun ketika dibenturkan dengan drainase yang minim kemungkinan tersebut bisa terjadi.

‘’Bukan berarti disana langganan banjir, memang pernah tetapi kalau banjir paling cuma sebantar sesaat saja habis itu langsung surut. Kalau banjir yang besar dan sulit diatasi belum pernah kami jumpai,” pungkasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.