Piye

Hampir Tutup Tahun Kasus Proyek SDN 7 Terara Blunder

SuaraLombok.Com  |  Lombok Timur  -   Hingga menjelang akhir tahun 2016 ini pihak Kejaksaan Negeri Selong belum juga menetapkan tersangka dalam kasus proyek pengerjaan Sekolah Dasar Negeri  (SDN)  7 Terara. Meski saat ini kasusnya sudah sampai tahap penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Selong, Tri Cipto Hananta saat dikonfirmasi menegaskan tidak menampik kalau kasus proyek pembangunan SDN 7 Terara tersebut belum ada tersangkanya. Pasalnya pihak penyidik  Kejari mengaku masih dalam tahap melengkapi dua alat bukti kuat untuk bisa menetapkan tersangka.

" Kalau ada dua alat bukti yang kuat tentunya kami bisa menetapkan tersangka dalam kasus proyek SDN 7 Terara tersebut," kata Tri Cipto seraya menegaskan kembali pihak penyidik perlu berhati hati dalam kasus ini, agar tidak blunder di persidangan nantinya.

" Yang jelas dalam kasus ini tidak ada interpensi dari siapapun, namun kami bekerja dengan profesional sesuai aturan main yang ada," tandas Kepala Kejari Selong,Tri Cipto Hananta.

Kasus dugaan Korupsi anggaran proyek SDN 7 Terara bernilai ratusan juta rupiah ini diduga kuat melibatkan sejumlah oknum pejabat, mulai  oknum anggota DPRD Lotim, Oknum Mantan Kanit Dikpora Lotim dan oknum pejabat di lingkungan Dikpora Lotim.

Kasus ini terkesan lamban ditangani dan cenderung blunder karena Kejaksaan Negeri Selong sendiri hingga hari ini masih belum menetapkan tersangka sehingga menjadi pertanyaan masyarakat. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.