Piye

Hajar Anggota TNI, Tujuh Warga Terara Dibui

SuaraLombok.Com | Lombok Timur - Tujuh orang warga Terara harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Gara-garanya adalah ke Tujuh warga tersebut memukul salah seorang anggota TNI yang bertugas di Koramil Janapria atas nama Kopral Kepala Rahim sekitar pukul 18.30 wita Kamis (15/12) kemarin.

Tujuh warga Terara tersebut kini sudah masuk bui, yakni Syaf (24), Irlan (24), Alfian (19), Sudir (39), Rahman (23), Dedy (32) dan Rony (23). Akibat pemukulan dan pengeroyokan itu, Kopka Rahim mengalami luka lebam dan bengkak di kepala serta bagian pinggang.

Tak terima atas kejadian itu, Kopka Rahim langsung melapor ke Polsek Terara. Namun oleh Polsek Terara, kasus tersebut langsung dilimpahkan ke Polres Lotim untuk penangan lebih lanjut.

Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menerima laporan mengenai adanya tujuh warga Terara yang diamankan anggotanya. Menurut dia, diamankannya ke Tujuh warga itu atas kasus dugaan pemukulan terhadap oknum anggota TNI yang bertugas di Koramil Janapria. "Memang kasus sebelumnya ditangani Polsek Terara, akan tetapi dari Polsek melimpahkan penanganannya ke Polres Lotim," katanya.

Ditambahkan Perwira tertinggi di Polres Lotim tersebut, kasus pemukulan oknum anggota TNI tersebut bermula saat oknum anggota TNI itu bersama keponakannya datang ke rumah teman keponakannya yang juga salah seorang pelaku atas nama Rony di Terara. Dengan maksud untuk mengambil laptop yang dititip keponakannya.

Kopka Rahim saat itu menanyakan laptop yang didalamnya banyak data penting. Namun bukan jawaban manis yang didapat, pelaku mengatakan bahwa data itu sudah hilang. Tak berapa lama datang pelaku lainnya dan mengajak Rony pergi, namun dilarang korban karena urusan laptop belum selesai.

Karena tersulut emosi, terjadilah cekcok dan adu mulut antara ke duanya. Kopka Rahim dan pelaku saling pegang leher baju dan suasana menjadi tegang. Orang tua salah seorang pelaku awalnya mencoba melerai, namun tak berhasil. "Oknum anggota TNI sempat menyebutkan identitasnya kepada pelaku dan orang tua pelaku. Namun nyatanya salah seorang pelaku tak terima dan mengeluarkan kata-kata kasar," jelas Wingky.

Tak berapa lama, Pelaku pun memanggil rekan-rekannya dan berujung pada aksi pemukulan. Bahkan, salah seorang pelaku memukul korban dengan menggunakan batu bata dan  menyebabkan korban mengalami luka lebam. Lagi-lagi, salah seorang orang tua pelaku mencoba melerai dengan berteriak, dan korban pun mencoba menyelamatkan diri karena saat itu memang duel tak seimbang. "Atas kejadian itu korban langsung melapor dengan didampingi temannya ke Polsek Terara," imbuhnya.

Berawal dari laporan itu, jajaran Polres Lotim pun mengamankan ke tujuh orang pelaku untuk proses lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini ke tujuh pelaku mendekam di sel tahanan Mapolres Lotim. (RS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.