Piye

Gelombang Tinggi, Penyebrangan Tiga Gili Dialihkan

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Pelabuhan Bangsal Tiga Gili ditutup sementara waktu. Hal ini lantaran cuaca buruk yang menerjang Lombok Utara sehingga mengakibatkan gelombang tinggi. Wisatawan menuju tiga gili dialihkan melalui lokasi yang berbeda.
 
Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB), Sabarudin menjelaskan bahwa arus penyebrangan akan dialihkan ke pantai Ombaq Beleq, Dusun Sira Daya, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung. Pasalnya gelombang di lokasi tersebut masih cukup stabil dan tak se-Ektrim di Bangsal. 

‘’Karena cuaca buruk kita alihkan sementara waktu disana. Sambil berjalan kita terus pantau situasi cuaca di Bangsal,” ujarnya, Kamis (22/12).

Tak hanya penyeberangan wisatawan, aktivitas bongkar muat yang setiap harinya berlokasi di pelabuhan Bangsal pun turut dialihkan. Ia pun menegaskan, mau tidak mau semua buruh maupun wisatawan harus mengikuti karena kondisi yang tidak memungkinkan.

‘’Paling lama seminggu kita alihkan ke Ombak Beleq, kami juga terus melihat perkembangan kedepan,” jelasnya.

Dijelaskan, 52 public boat milik KKB tetap di operasikan guna melayani penumpang. Meskipun untuk fastboat tidak demikian lantaran terkendala dermaga apung (jetty) di Bangsal yang mengalami kerusakan. Padahal menurutnya wisatawan yang hendak menuju destinasi unggulan di NTB ini melalui jalur public boat terhitung sepi.

‘’Agak sepi karena kebanyakan memilih pakai fastboat saja,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Syahbandar Pemenang mengakui jika Dermaga apung mengalami kerusakan, namun kondisinya tidak cukup parah. Hempasan gelombang yang tinggi menjadi salah satu alasan rusaknya dermaga tersebut. 

‘’Ada empat dari delapan pengait yang lepas. Berdasarkan pengamatan tinggi gelombang mencapai 0,5 sampai 2 meter,” terang petugas Kesyahbandaraan, Pujiati.

Dalam hal ini, pihak Syahbandar tak ingin mengambil risiko. Jika cuaca tetap tidak memungkinkan, maka opsi yang dipilih yakni menerapkan sistem buka tutup penyeberangan melalui Bangsal. Kendati demikian ketika cuaca justru lebih parah otomatis penyebrangan pun akan ditiadakan.

‘’Dari informasi BMKG kondisi ini berlangsung dari 21 sampai 24 Desember. Untuk selanjutnya kita masih menunggu informasi terbaru,” tandasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.