Piye

Event Tahun Baru Bakal Meriah dan Mencatat Rekor Nasional

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Untuk merayakan pergantian tahun, Komunitas Peduli Pariwisata (Kompas) Lombok Utara akan menyelenggarakan event meriah di area pelabuhan Bangsal. Event tersebut akan memamerkan sejumlah atraksi seni budaya khas KLU dan juga menyuguhkan produk-produk kerajinan asli di Kabupaten termuda di NTB ini.

Ketua penyelenggara Saparudin menjelaskan, persiapan telah mencapai 70 persen. Acara ini bakal digelar mulai pada tanggal 25-31 Desember mendatang. Nantinya, disepanjang jalan juga dipenuhi lapak berisi kerajinan serta makanan khas Dayan Gunung.

‘’Ini merupakan kerjasama dengan SKPD terkait,” ujarnya, Rabu (21/12).

Tidak hanya itu, akan berdiri pula panggung hiburan di depan Kantor Syahbandar guna menghibur para tamu undangan, dan wisatawan. Acara ini juga dibuka langsung oleh Bupati KLU, Najmul Akhyar serta ditutup dengan dakwah bersama pada malam pergantian tahun.

‘’Pak Bupati kita akan iringi dari pintu masuk menuju lokasi, semua konsep sudah tersusun sedemikian rupa,” katanya.

Menariknya, pihak penyelenggara juga mendatangkan Uztad Yusuf. Terlebih akan dipasang sekitar 2,510 topi yang biasa dikenakan petani (Caping) diatas jalanan dari pintu masuk menuju Bangsal tepatnya diperempatan, hingga menuju lokasi acara. Pihaknya telah menginformasikan MURI supaya apa yang mereka lakukan bisa tercatat sebagai rekor nasional.

‘’Sebenarnya hal ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pariwisata di KLU. Kami berharap caping tersebut bisa tercatat rekor muri,” jelasnya.

Sementara anggaran sendiri dikumpulkan secara swadaya. Baik sumbangsih masyarakat maupun sejumlah hotel. Kedepannya hal seperti ini akan gelar tidak hanya di Pemenang, tapi di kecamatan lain.

“Misalnya  Bayan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekertaris Bappeda, Dr. Fauzan mengatakan, pemerintah mengapresiasi kreatifitas dari pada kelompok ini. Ia menegaskan banyak kerajinan di KLU yang terkesan tidak memiliki wadah. Adanya event yang digagas Kompas diharapkan mampu menjadi solusi guna menampung produk tersebut. 

“Kedubes yang ada di Amerika saja tahu sate Tanjung. Artinya produk kita sudah terkenal dimana-mana, tinggal bagaimana kita harus mampu menciptakan multiplayer effect dengan keberadaan pariwisata KLU ini,” pungkasnya.

Terkait sisi keamanan, Camat Pemenang, H. Achmad Dharma mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI, maupun Sat Pol PP Lombok Utara. Tercatat sekitar 43 personil atau 163 orang secara keseluruhan yang bakal mengawali jalannya tahun baru di Bangsal maupun di tiga gili.

‘’Dari sisi keamanan sudah siap, untuk menghindari kemacetan dan menjaga kenyamanan pengunjung,” demikian Dharma.(rgw).     

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.