Piye

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawati Diarak Keliling Pulau

SuaraLombok.com | Lombok Utara – SA (20), karyawati salah satu butik di Gili Trawangan, Lombok Utara harus menelan pahit malu diarak keliling pulau. Sebab, ia diduga melakukan aksi kriminal penggelapan uang butik tempatnya bekerja. 
Ketua Security Island melalui anggotanya, Sultan menuturkan, SA diarak keliling pulau Trawangan pada hari Sabtu (24/12) sekitar pukul 14.00 wita. Sebelumnya pihak perusahaan melaporkan pelaku terkait dugaan penggelapan hingga puluhan juta.
 
‘’Dia asal Lombok Timur kira-kira usianya baru 20 tahun. Diaraknya kemarin karena dia menggelapkan dan mencuri uang perusahaan,” ujarnya, Minggu (25/12).

Sementara kerugian yang ditanggung perusahaan mencapai Rp 46 juta. Kendati demikian, pelaku justru menampik menggelapkan uang sebanyak itu dan mengaku hanya sebanyak tiga kali melancarkan aksinya.

‘’Awalnya pelaku sempat tidak mengaku, tetapi ketika kita introgasi lebih lanjut dan memaparkan beberapa bukti dia sudah tidak bisa lagi mengelak,” jelasnya. 

Ia mengatakan aksi SA ini sempat terekam kamera CCTV. Saat ini pihaknya telah memegang bukti  tiga buah rekaman kamera CCTV. Dalam kamera itu, menunjukkan bagaimana SA melakukan pencurian serta menghapus beberapa data waktu kejadian.

Sebelumnya, hal serupa juga pernah dialami dua wisatawan asing Australia yang tertangkap mencuri dua unit sepeda. Penerapan hukum adat ini dianggap ampuh guna menekan angka kriminalitas di pulau tersebut. Saat ini, SA telah diusir dan dilarang kembali.
 
‘’Sesuai aturan mereka (Pelaku) yang kedapatan melakukan tindak kriminal harus diarak. Mau tidak mau dia harus menerima, sekarang dia sudah diusir keluar pulau,” pungkasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.