Piye

Curi Sapi, Hartono Dicokok Polisi

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Lagi-lagi kasus pencurian ternak terjadi di Lombok Utara. Lokasinya pun masih diseputaran Kecamatan Pemenang tepatnya di Dusun Tebango, Desa Pemenang Timur. Sang pemiliki sapi, Suriadi mengaku telah kehilangan sapinya pada Minggu (25/12) lalu.

Kapolsek Pemenang, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo mengatakan, usai pelaporan pihaknya lantas langsung turun ke TKP dan mengumpulkan saksi-saksi guna dimintai keterangan. 

‘’Kita dapat laporan Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita, katanya sapi hilang saat digembalakan pemilik di tanah kosong sebelah timur Dusun tempat tinggalnya,” ujarnya, Selasa (27/12).

Hasilnya, setelah memeriksa sejumlah saksi, nama Hartono pun muncul. Ia dilihat oleh warga saat itu tengah membawa seekor sapi yang entah diketahui milik siapa. Parahnya, Hartono juga merupakan salah satu warga Dusun Tebango, Desa Pemenang Timur, alias masih satu kampung dengan korban.

Anggota bergerak menuju rumah pelaku. Ketika didatangi rumah pelaku sudah ramai oleh kumpulan warga. Pelaku langsung dibawa Mapolsek untuk diinterogasi.

‘’Berdasarkan pengakuannya, Pelaku mencuri sapi tersebut kemudian dijual Rp 6 juta kepada salah seorang warga di Sembalun,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Hartono, ia membawa barang bukti ke Sembalun dengan menggunakan mobil pikap yang dipinjam. Sesampainya, pelaku meminta bantuan pada warga disana untuk menjualkan sapi tersebut. 

‘’Kita langsung cari barang bukti bersama pelaku ke Sembalun sekitar pukul 23.30 Wita,” katanya.

Selanjutnya, polisi berhasil menemukan barang bukti sapi tersebut. Kemudian barang bukti dan dua orang lainnya ikut dibawa ke mapolsek untuk dimintai keterangan. Dua ini merupakan orang yang membantu mencari pembeli sapi dan seorang lainnya adalah pembeli sapi.

‘’Kita belum tahu apakah yang membeli ini penadah atau tidak tahu kalau sapi itu hasil curian. Masih kita dalami,” demikian Hilmi.(rgw)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.