Piye

Bupati KLU Secara Resmi Buka Event Tahun Baru di Bangsal

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Event tahun baru yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Pariwisata (KOMPPAS) di Pelabuhan Bangsal secara resmi telah dibuka oleh Bupati KLU, Najmul Akhyar, Senin (26/12). Nampak ia di damping oleh Wakil Bupati, Sarifudin, Sekda KLU, Suardi, dan sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan Lombok Utara.

Acara yang akan menyuguhkan pentas seni budaya, kerajinan, hingga kuliner serta dakwah bersama ini terlihat dipenuhi oleh masyarakat setempat. Tak jarang pula, menarik perhatian sejumlah wisatawan yang sedang berlalu lalang di pintu masuk utama menuju destinasi wisata tiga gili tersebut. 

‘’Kegiatan-kegiatan ini sangat bagus bagi daerah kita. Karena apa yang dilakukan sekarang sangat erat dengan tagline resmi kita yakni Lombok Utara sebagai destinasi wisata dunia,” ujar Najmul.

Menurutnya, seluruh kegiatan yang digelar di Lombok Utara pada akhir tahun ini supaya bisa di nikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. Sebab itu semua agar elemen termasuk SKPD mesti mendukung dengan maksimal. Pasalnya, ia beranggapan melalui kegiatan-kegiatan seperti ini silaturahmi masyarakat dan pejabat bisa terjalin apik.

Mari kita jaga pariwisata Lombok Utara yang tidak menghilangkan akar agama. Saya melihat seluruh elemen masyarakat mengikuti kegiatan ini tanpa sekat antar agama dan suku,” jelasnya.

‘’Semoga ini bisa menjadi event tahunan saya mengapresiasi kepada pihak penyelenggara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KOMPPAS Saprudin mengatakan, rangkaian acara pentas seni budaya, kerajinan, dan kuliner ini akan berlangsung hingga 1 Desember mendatang. Selain itu juga akan digelar tablig akbar yang rencananya bakal dihadiri ustad Yusuf Mansyur pada malam pergantian tahun mendatang.

‘’Semoga bisa berjalan lancar sampai penutupan. Karena nanti kita akan gelar pengajian bersama,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Lombok Utara. Sebab dalam prosesnya, pihaknya pun telah menghubungi Rekor MURI supaya ribuan caping yang telah terpampang dapat di catat. Kendati lebih dari itu, implementasi yang sebenarnya tetap mengarah kepada promosi pariwisata.

‘’Kita kemas secara tradisional karena wisatawan berlibur  ke satu wilayah ingin melihat keunikan daerah itu bukan melihat hal yang sama yang ada di daerah asalnya,” tutupnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.