Piye

Asyik Tidur, Satu Keluarga Tertimpa Reruntuhan Tembok Akibat Longsor

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Hujan lebat menyebabkan longsor di Dusun Terengan Lauk Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang pada Selasa dini hari (20/12) sekitar pukul 00.30 wita. Dari kejadian ini, satu keluarga tertimpa reruntuhan tembok yang jebol ketika sedang tertidur lelap.

Kapolsek Pemenang Iptu Hilmi Manossoh Prayugo mengatakan, satu keluarga yang menjadi korban tersebut yakni ada 4 orang. Diantaranya MH (34), SW (31), HR (9), dan HM (9). Untungnya tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, hanya saja para korban mengalami luka dan harus dilarikan ke Rumah sakit.

“Kejadiannya pada malam hari, masyarakat yang mengetahui langsung membawa korban ke Puskesmas Pemenang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tanjung,” ujarnya.

Saat ini baik pihaknya, TNI, aparat desa, Dinsosnakertrans, Tim BPBD Lombok Utara hingga masyarakat bergotong-royong untuk melakukan pembersihan di dalam rumah korban.

‘’Dinding sebelah runtuh dan mengenai keempat korban, kami masih melakukan pembersihan,” tandasnya.

Sementara itu, Danru TRC BPBD Lombok Utara, Muhammad Sai menjelaskan, berdasarkan
analisa sementara, longsor disebabkan karena curah hujan yang tinggi serta kondisi pemukiman padat pada daerah lereng. Air hujan kemungkinan tidak bisa tersirkulasi dengan baik karena tidak ada saluran air khusus yang mengalirkan air ke bagian bawah sehingga air tersebut membebani lereng.

‘’Kondisi geografis disini juga cukup mendukung. Kerugian yang dialami korban kami taksir sekitar 6-7 juta rupiah,” katanya.


Wilayah Terengan termasuk dalam kawasan zona merah hasil pemetaan kawasan rawan bencana. Longsor dan banjir disebabkan lantaran mayoritas rumah penduduk berada ditebing dan dilereng bekas tanah galian.

‘’Dengan kejadian ini kerugian yang ditaksir mencapi 6-7 juta,” katanya.

Sebab itu masyarakat dihimbau agar berhati-hati tetap siaga. Selain itu aparat yang ada di Desa maupun Dusun diminta agar intens memantau masyarakatnya yang berada di pedalaman dan jauh dari pemukiman.

‘’Kalau sudah melihat tanda-tanda bencana segera evakuasi diri secara mandiri karena ini emergency. Sebelum pihak BPBD datang masyarakat diminta tetap waspada kami pun tetap melakukan patrol memantau situasi,” pungkasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.