Piye

Angka RAPBD 2017 tidak Sesuai KUA PPAS, Ada Apa??

Suaralombok.com, Tanjung - Anggota Badan Penggangaran (Banggar) DPRD Lombok Utara dibuat bingung oleh RAPBD 2017. Betapa tidak, angka yang disampaikan Kepala Daerah berbeda jauh dengan  angka yang tercantum di Nota Kesepakatan KUA PPAS.

 “Saya perkirakan 60 persen angka di RAPBD yang disajikan berbeda dengan apa yang kita sepakati di Nota Keuangan KUA PPAS. Perubahan plafon yang meningkat di pendapatan, saya rasa semua setuju,” ujar Ardianto,anggota Banggar DPRD KLU, Rabu (7/12).

Indikasi perubahan tercatat paling signifikan pada item belanja modal yang berkurang menjadi Rp 27,307 miliar. Item belanja barang dan jasa justru meningkat sebesar Rp 43,838 miliar. PAD berubah dari Rp 127,124 miliar lebih di KUA PPAS menjadi Rp 135,47 miliar lebih di RAPBD. Jelas TAPD akan dipertanyakan, apa alasan PAD mengalami kenaikan serta mengapa pula TAPD tidak mencantumkannya sejak awal.

“Inilah mengapa RAPBD harus dibahas total. Saya harap seluruh kawan di DPRD ini agar memahami persoalan ini secara utuh,” sambungnya.

Berubahnya angka juga terdapat di belanja tidak langsung, dalam KUA PPAS disepakati Rp 382,357 miliar, sedangkan di RAPBD turun Rp 377,498 miliar. Beberapa item belanja yang berubah meliputi, belanja gaji pegawai dari Rp 265,363 miliar menjadi Rp 264,621 miliar. Belanja bantuan keuangan kepada Pemerintah daerah menurun dari Rp 81,751 miliar menjadi Rp 77,751 miliar.

Pada pos belanja cuma-cuma untuk kelompok masyarakat, dana Hibah naik dari Rp 14 miliar menjadi Rp 16,882 miliar serta dana Bansos turun dari Rp 12 miliar menjadi Rp 9 miliar. Selain itu, proyeksi Silpa juga terkoreksi dari Rp 38,83 miliar, menjadi Rp 44,83 miliar.

“Kami pesimis, paling telat selesainya sebelum 25 Desember. Kalau selesai antara tanggal 13 dan 14, itu namanya semau gue,” pungkasnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.