Piye

Akibat Banjir, 12 Kepala Keluarga Terpaksa Mengungsi

SuaraLombok.com | Lombok Utara – Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang KLU, merupakan kawasan langganan banjir. Maka tak heran, jika puluhan Kepala Keluarga (KK) ketika musim hujan tiba terpaksa mengungsi. Kejadian terbaru dialami warga setempat, Rabu (21/12) kemarin. Bahkan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Salah seorang warga, Zainudin mengatakan bahwa banjir yang melanda kampungnya itu lantaran beberapa faktor. Misalnya seperti intensitas hujan tinggi, drainase saluran air menuju muara buyuk terhambat, hingga pemukiman terjadinya banjir termasuk kawasan pesisir yang diapit dua hilir.

‘’Drainase itu terhalang oleh bangunan. Kondisi ini sudah jadi langganan setiap tahun, air ini kiriman dari kampung induk karena perkampungan kami terletak di hilir dan berdekatan dengan pantai,” ujarnya, Rabu (22/12).

Menurutnya, sekitar 12 KK terkena dampak akibat banjir tersebut. Seluruhnya kini sudah mengungsi ke rumah tetangga, maupun keluarga terdekat. Ia mengklaim air mulai naik ke pemukiman sejak dari hari Minggu lalu, kendati demikian mereka tetap bertahan walau tanpa bantuan dari pemerintah.

‘’Kalau ini terus dibiarkan kita juga lelah. Bayangkan setiap tahun kami selalu terkena banjir, apalagi tidak ada bantuan logistik yang diberikan kepada kami disini,” tandasnya.

Secara terpisah, Plt Kepala BPBD Lombok Utara, Iwan Maret Asmara yang dikonfirmasi mengakui jika Dusun Teluk Kombal merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam zona merah rawan bencana. Pihaknya pun sudah turun meninjau lokasi serta melakukan evakuasi bagi warga yang rumahnya terendam banjir.

‘’Jarak pemukiman dengan pesisir pantai sekitar 2-3 meter, kami sudah mengevakuasi warga untuk sementara mereka menggungsi dirumah saudara dan tetangga,” katanya.

Berdasarkan analisa, penyebab banjir lantaran air muara naik tidak bisa mengalir ke laut dengan lancar. Pasalnya kondisi air laut dan muara ini setara, sehingga menyebabkan air muara tetap ditempat dan meluap ke permukiman warga.

‘’Geografis di permukiman ini cekung, sehingga tetap tergenang air. Untuk sementara warga masih menggungsi sampai air mulai surut. Saya kira solusi jangka pendek dengan menggunakan alat untuk menyedot air, solusi jangka panjang mau tidak mau warga mesti direlokasi,” tutupnya.(rgw).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.