Piye

10 Desa Persiapan akan Mekar, Tapi Masih Tunggu Syarat Ini

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Pemerintah Provinsi NTB telah berikan persyaratan pada Pemkab Lombok Utara jika ingin 10 desa persiapan mengalami pemekaran. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Pemerintahan Setda KLU, Tresnahadi, Kamis (29/12).

‘’Kita intens komunikasi dengan pemprov, mereka meminta beberapa syarat yang harus dilakukan. Tetapi ini tidak ada deadlinenya,” ujarnya.

Dijelaskan, sejumlah syarat tersebut yakni desa persiapan diminta melakukan pengukuran batas wilayah dengan desa induk. Kendati ini lebih menekankan pada titik koordinat suatu wilayah. Pihaknya pun telah bersurat kepada seluruh Camat se-KLU agar mengintruksikan pada desa persiapan.

‘’Nanti kami akan lakukan kerjasama dengan Unram karena mereka yang paham. Masalahnya titik koordinat ini tidak boleh asal-asalan,” jelasnya.

Terlebih hasil pengukuran tersebut selaras dengan program yang akan dijalankannya di tahun 2017 mendatang. Yakni dengan membuat sebuah peta berdasarkan acuan dari titik koordinat tersebut yang nantinya akan memudahkan masyarakat, maupun wisatawan yang datang berkunjung ke Lombok Utara.

‘’Iya ini sejalan dengan program di 2017 maka dari itu pengukuran akan segera kita mulai,” katanya.

Syarat lain oleh Pemprov, yakni dengan mengisi sejumlah data yang nantinya akan dilampirkan beberapa aset desa persiapan itu sendiri. Termasuk objek wisata dan bangunan entah itu bersifat umum atau sosial. Selanjutnya, jika dua syarat ini sudah diajukan maka KLU tinggal menunggu kode register saja.

‘’Semuanya harus di data terus dikirim ke pemprov ini permintaan mereka, setelah itu insyallah akan keluar,” harapnya.

‘’Sesungguhnya kami pun berharap agar desa persiapan bisa cepat mekar di tahun 2017 nanti. Dengan begitu upaya pemerintah untuk memekarkan Kecamatan di KLU bisa terealisasi,” pungkasnya.(rgw).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.