Piye

Bekas Galian PDAM Dikeluhkan Warga



suaralombok.com | Mataram - Warga kembali mengeluhkan sejumlah bekas galian pipa PDAM. Pasalnya, bekas galian tersebut hanya ditambal seadanya. Bahkan beberapa diantaranya terlihat semakin hancur.

“Banyak warga saya yang mengeluhkan hal ini,” ujar I Gede Made Yasa, Lurah Pagesangan Jumat, (25/11)
Ia menuturkan, pembongkaran tersebut telah berlangsung sejak tiga minggu yang lalu. Usai pemasangan, sisa pengurukan tidak dikembalikan seperti semula. Bahkan terkesan hanya ditambal seadanya.

“Ini kan berbahaya,” tegasnya.

Yasa menuturkan, pembongkaran tersebut merusak paving yang ada di sekitar kantor lurah hingga MCC.  Paving tersebut kini bahkan habis tak ada lagi. Khususnya di tikungan perempatan lampu merah. Bekas galian tersebut dapat membahayakan kendaraan yang tengah melintas.

“Oleh masyarakat dipasang tanda di situ,” sambungnya.

Warga khawatir jika pengguna motor jatuh akibat menghindari bekas galian tersebut. Jika ada korban jatuh, tak ada pihak yang bisa bertanggung jawab.

“siapa yag akan tanggung jawab?” tanyanya.

Ia pernah menyetop pengerjaan pipa PDAM tersebut. Namun menurut para pekerja, penggalian tersebut telah diijinkan oleh dinas PU Kota Mataram. Ia menyayangkan hal ini. Jika memang ada ijin, seharusnya ada tembusan untuk kelurahan.

Yasa tidak merasa kecewa dengan pengerjaan pipa tersebut. Namun ia berharap pengawasan terhadap ini lebih ditingkatkan. Sistem pengerjaannya pun harus dibenahi. Jika dikerjakan oleh pihak ketiga, maka harus diawasi hingga tuntas.

Selain itu, sambungnya, sesuai dengan kata Walikota Mataram beberapa waktu lalu. Semua yang dibongkar harus diperbaiki seperti semula. Ia sendiri tidak melarang, sebab itu demi kepentingan umum.  Namun harus dikerjakan dengan baik dan benar. Bukan hanya sekedar mengejar target.

“Warga protes pun tetap saya jelaskan,” pungkasnya.

Ia menambahkan, penggalian tersebut tak hanya dilakukan oleh PDAM. Namun juga oleh Telkom dan PLN. Ia mengaku hampir tidak ada jeda pengerjaan. Ketiganya mengerjakannya bergantian. Anehnya, hal tersebut berada di tempat yang sama.

“Di pipa tersebut juga dipasangi kabel,” kata Yasa.

Namun ia tetap berharap, siapapun yang melakukan pengerukan harus mengembalikan seperti semula. Sebab tak hanya merusak keindahan tata kota, namun juga bisa berbahaya bagi pengguna jalan. (hd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.