Piye

1,750 Ha Lahan Gili Mas Belum dilunasi Pelindo III Ke Masyarakat

suaralombok.com | Lombok Barat - Permasalahan tanah sengketa Tanjung Kuburan masih terkatung-katung. Belum terlihat adanya hasil akhir dari kasus ini. Hal tersebut mengundang perhatian sejumlah pihak. Salah satunya LSM Institut Transparansi Kebijakan (ITK) Lobar.

M Ridwan, Sekretaris ITK Lobar, pada wartawan meminta agar Pelindo III segera menyelesaikan seluruh lahan yang ada. Ia mengatakan Pelindo III belum bias menyelesaikan lahan sebanyak 1,75 Hektare.

“Lahan tersebut masih belum diselesaikan,” ujarnya.

Ia menuturkan, ITK memiliki alat bukti terkait kasus Tanjung Kuburan yang belum tuntas. Selain itu, Kasat Reskrim Polres Lobar pun sudah mau menetapkan tersangka.

Alat bukti tersebut berupa rekaman pernyataan kasat Reskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo. Hal tersebut sudah tercantum dalam dua koran yang telah terbit. Hal ini dikumpulkan sebagai alat bukti yang akan dipaparkan pada Pelindo III.

Ia menambahkan, hal ini harus segera diselesaikan. Jika tidak, akan menghambat pembangunan Pelindo III di Lombok Barat. Selain itu, sejak lima bulan lalu kasus ini tak ada tindak lanjutnya,
“Belum terlihat upaya dari Polres,” sambungnya.

Ia berharap, masalah ini cepat diselesaikan. Ini merupakan bantuan ITK pada Pelindo III dan masyarakat yang lahannya belum tuntas. Disamping itu, lahan ini telah memiliki kelengkapan surat. 

Harga tanah pun tidak menggunakan Pengikat Jual Beli (PJB) sebesar Rp 24 juta. Namun Pelindo III menggunakan Pengikat Akta Jual Beli (AJB).

“Jadi dia tidak memakai perikatan jual beli tapi hanya menggunakan  akta jual beli,” tandasnya (hd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.